Tulisan Terbaru
BANGGA MENJADI ORANG MAHAT
Oleh Zulkarnaini Diran Pagi ini, Jumat 24 Oktober 2025 saya mendapat penghormatan. Empat orang siswa MTsN 7 Limapuluh Kota di Mahat (Maek) mengundang saya untuk presentasi hasil penelitiannya. Undangan itu disampaikan pembimbingnya dua pekan yang lalu. Baru hari ini dapat saya penuhi. Keempat siswa itu sangat mahir dan lancar….
Lanjutkan Membaca...MENCACI
Oleh Zulkarnaini Diran Fenomena atau gejala komunikasi saat ini penuh cacian. Jika media sosial kita buka, di situ ada pernyataan yang meluncur melalui tulisan atau ujaran yang berisi cacian. Fenomena itu muncul tiap saat, tiap waktu, tiap hari, dan mungkin sepanjang waktu. Caci maki itu semakin ”membudaya” setelah individu atau….
Lanjutkan Membaca...SAAT UKHUWAH TELAH “MENGHUNJAM”
Oleh Zulkarnaini Diran Dunia komunikasi akahir-akhir ini dilanda oleh perilaku menyimpang. Perilaku itu tergambar dalam ungkapan ”mencaci, memaki menghina, melecehkan, dan sejenisnya”. Kata-kata dengan konotasi seperti itu muncul bertubi-tubi setiap saat, setiap waktu dalam berbagai media. Jika kata seperti itu tidak ditemukan, mungkin hanya di media resmi formal saja, sementara….
Lanjutkan Membaca...RESPON “MENJADI ORANG ASING”
Oleh Zulkarnaini Diran Tulisan saya “Menjadi Orang Asing” mendapat respon dari para perantau Maek. Lebih dari empat puluh orang telah membaca tulisan yang saya apload di zulkarnaini.my.id Selasa, 23 September 2025. Pada umumnya respon itu berisi pernyataan “perasaan yang sama” seperti diungkapkan sebagian isi tulisan saya. Sebagian respon itu saya….
Lanjutkan Membaca...MENJADI “ORANG ASING”
Oleh Zulkarnaini Diran Tahun 80-an (pertengahan) saya berceramah di sebuah masjid di kampung kelahiran. Inti pembicaraan saya ada dua. Pertama, bahwa pada suatu saat ”perantau” akan menjadi orang asing di kampung sendiri. Kedua, kemajuan akan merambah semua lini dan dimensi kehidupan anak manusia. Efeknya ikatan kolegial akan renggang. Individualisme akan….
Lanjutkan Membaca...TAWAKAL MUKMIN AWAM DAN ISTIMEWA
Oleh Zulkarnaini Diran Tawakal adalah sebuah konsep spiritual. Pusatnya pada keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pengatur alam semesta. Keyakinan ini tidak memandang tawakal sebagai tindakan pasif, melainkan sebagai sebuah sikap mental yang kuat. Seorang yang bertawakal memiliki kepercayaan diri yang kokoh, karena ia tahu bahwa hasil dari setiap usahanya sepenuhnya….
Lanjutkan Membaca...