Zulkarnaini

AKAL, PIKIRAN, DAN KITA

Oleh Zulkarnaini Diran “Akal bekerja tergantung pikiran, pikiran bekerja tergantung arahan. Jika arahan positif pikiran bekerja positif, begitu sebaliknya jika arahan negatif, pikiran bekerja negatif (Elfiky, 2011:25). Hasil yang dipetik seperti kerja pikiran itu. Dalam kehidupan spiritual misalnya, jika yang muncul di pikiran adalah bangun malam untuk salat tahjud atau….

Lanjutkan Membaca...

PIKIRAN DAN KITA

Oleh Zulkarnaini Diran Hal yang terjadi pada diri kita adalah yang dipikirkan. Pikiran membentuk pola pikir (mindset) kemudian membentuk hidup dan kehidupan nyata. Itulah logika berpikir dan kaitannya dengan kenyataan yang kita alami yang sering dikemukakan para pakar. Ketika kita berpikir bahwa hal itu bisa dilakukan pada waktu dan tempat….

Lanjutkan Membaca...

KOMUNIKASI EMPATIK, MENGATASI KESALAHPAHAMAN DALAM KELUARGA

Oleh Zulkarnaini Diran Jika terjadi kesalahanpahaman yang berujung pertengakaran di dalam keluarga adalah hal biasa. Orang Minangkabau menyebut “Bagadiguah pariauk jo sanduak – berbenturan periuk dan sendok” adalah hal biasa. Tentu pertengkaran yang dimaksud adalah pertengkaran dalam batas-batas yang wajar, tidak melebihi atau melampaui batas-batas norma dalam beruamah tangga. Mencegah….

Lanjutkan Membaca...

SANG ANAK DIBAWA KE MANA?

Oleh Zulkarnaini Diran “Bergegaslah mendidik anak-anak sebelum kesibukan kalian bertumpuk-tumpuk. Sebab, jika dia telah dewasa namun tidak terdidik, dia akan lebih memusingkan pikiran kalian,” begitu ungkapan hikmah di dunia pendidikan yang sering terlontar dari lisan orang bijak. Mendidik anak memang bukan pekerjaan mudah, apatah lagi mendidik anak menjadi saleh dan….

Lanjutkan Membaca...

MENELADANI KESABARAN NABI YUSUF

Oleh Zulkarnaini Diran Kesabaran Nabi Yusuf Alaihissalam adalah kesabaran multidemensi. Dia bersabar dari berbagai sisi kehidupan. Yusuf bersabar terhadap orang-orang yang menzoliminya. Dia bersabar menghadapi tuduhan atas perbuatan yang tidak dilakukannya. Sabar menghadapi godaan yang beragam seperti godaan lawan jenis, godaan jabatan, godaan untuk berbuat semena-mena, dan godaan untuk membalas….

Lanjutkan Membaca...