Zulkarnaini

MENYIBUKKAN DIRI MEMPERBAIKI ADAB

Oleh Zulkarnaini Diran Dahulukan adab, baru ilmu. Belajar adablah terlebih dahulu baru kemudian belajar ilmu. Keduanya sama-sama perlu, sama-sama penting, dan sama-sama dibutuhkan. Akan tetapi, adab lebih diutamakan, kemudian disusulkan dengan ilmu. Imam Asy-Syafi’i menyampaikan nasehat, “Ilmu akan membuatmu lebih berpengetahuan, tetapi adab membuatmu lebih dihargai. Maka jangan hanya sibuk….

Lanjutkan Membaca...

PERSAUDARAAN MUSLIM

Oleh Zulkarnaini Diran Islam sangat menekankan hubungan antarsesama di samping hubungan dengan Allah SWT. Hubungan sesama itu di antaranya antara sesama muslim. Hubungan ini adalah hubungan persaudaraan. Hubungan persaudaraan itu diikat secara sakral oleh kesamaan iman. Perasudaraan ini merupakan ikatan yang berkualitas karena diikat oleh iman dan keyakinan yang disandarkan….

Lanjutkan Membaca...

KRITIK DAN NASIHAT

Oleh Zulkarnaini Diran Dewasa ini sulit dibedakan antara mengeritik dan mencaci. Dalam imej banyak orang kedua kata itu bermakna sama. Fenomena sehari-hari terlihat dalam komunikasi publik di berbagai media. Kita yang menyimak pun menjadi “merinding” membaca dan mendengarkan kata-kata “tidak pantas” yang terlontar dari sumbernya. Gambaran ini bukanlah mengada-ada. Kita….

Lanjutkan Membaca...

JANGAN TAKUT KEHILANGAN

Oleh Zulkarnaini Diran Rasa “takut” adalah manusiawi. Itu sifat manusia, milik semua orang. Memang bekal rasa takut itu merupakan naluri manusia, naluri bawaan. Termasuk di dalamnya “takut kehilangan”. Sesuatu yang “merasa” milik kita, kemudian kita ingin menguasainya secara absolut. Kita berupaya memeliharanya agar jangan hilang. “Rasa memiliki” yang terlalu besar….

Lanjutkan Membaca...