Oleh Zulkarnaini Diran

Banyak Hadis menceritakan fitnah di akhir zaman. Hal itu merupakan pertanda dekatnya Hari Kiamat. Kapan waktu kiamat? Itu rahasia Allah ‘Azza wa Jalla dan hanya Dia yang mengetahui. Rasulullah SAW, menyatakan, ”Ada beberapa tanda hari Kiamat, di antaranya, zaman terasa ringkas, amal shalih berkurang, kebakhilan merajalela, fitnah (maksiat) dinyatakan secara terang-terangan, dan banyak Al-haraj (pembunuhan).” (HR Al-Bukhari No 637). Selain itu, menyebarnya berita bohong, munculnya fitnah wanita, fitnah harta, fitnah sesama muslim dan fitnah Dajjal. Jika tanda-tanda itu diidentifikasi dari berbagai sumber, tentu akan diperoleh sederet daftar yang amat panjang.
Sebagai hamba, tentu kita tidak boleh diam. Kita berupaya merespon fitnah akhir zaman yang tandanya dapat dibaca itu. Cara, proses, dan isi responnya pun tentu sangat bervariasi. Hal itu dipengaruhi dan ditentukan oleh sikap, kepribadian, kadar iman, dan ilmu hamba yang meresponnya. Tulisan ini membicarakan perihal respon terhadap fitnah itu. Responnya adalah berbentuk amal atau perbuatan. Ada lima amal yang dianjurkan untuk itu berdasarkan dalil yang dihimpun. Amalan itu adalah menyibukkan diri dengan Al-Quran, membaca kisah-kisah pada nabi, beramal dengan ilmu, senantiasa berdoa, dan berteman dengan orang yangbaik atau saleh.
Para Nabi memiliki banyak kisah. Pahit getirnya perjuangan utusan Allah itu dinukilkan di dalam kisah-kisah tersebut. Menghayati kisah para Nabi itu akan memperkuat dan meneguhkan hati hamba. Dari situ dapat dipetik pembelajaran, iktibar, dan nasihat-nasihat jitu menghadapi fitnah akhir zaman. Allah SWT berfirman, “Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, agar dengan kisah-kisah itu Kami teguhkan hatimu.” (QS Hud [11] :120)
Beramal dengan ilmu maksudnya, setiap amal kebaikan yang dilakukan hendaklah disandarkan kepada ilmunya. Tentu saja dalam konteks ini adalah ilmu dan pengetahuan yang bersumber dari dalil-dalil yang sahiah yakni Al-Quran dan Sunnah. Amalan yang yang dilaksanakan berdasarkan ilmu dan dalil itu akan memperkuat iman kita. Hal itu ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, “…Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan perintah (pelajaran, ilmu) yang diberikan kepada mereka, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).” (QS An-Nisa [4]: 66)
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Berlindunglah kalian kepada Allah dari segala fitnah, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi.” (HR Muslim 2867). Berlindung kepada Allah melalui doa-doa yang dilantunkan hamba kepada-Nya. Satu dari sekian banyak doa yang diajarkan Rasululllah kepada umatnya untuk menghadapi fitnah akhir zaman. Doa itu Adalah permintaan kepada Allah SWT untuk meneguhkan hati dan ketaatan kepada-Nya. Matan doa itu adalah, “Yaa Muqollibal Quluub, Tsabbit Qalbii ‘alaa Diinik. Artinya: “Wahai Yang Maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas ketaatan kepada Mu.”
Teman yang baik juga dapat meneguhkan hati ketika kita berada pada zaman fitnah. Berkumpul dengan orang baik dan saleh merupakan jalan untuk belajar memetik hikmah dari kerpribadian mereka. Oleh karena itu, sering-seringlah berkumpul dengan orang-orang saleh. Orang saleh adalah orang penyabar, senantiasa berdoa kepada Allah dan selalu berzikir kepada-Nya. Mereka selalu mencari ridah Allah SWT. Allah berfirman, “Dan bersabarlah bersama orang-orang yang berdoa kepada Tuhan mereka pada pagi dan petang hari dalam keadaan mereka menginginkan keridhoan Allah. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) menginginkan perhiasan dunia.” (QS Al-Kahfi [18] :28)
Jadi, meskipun waktu terjadinya kiamat merupakan rahasia mutlak Allah SWT, tanda-tanda akhir zaman atau fitnah yang menyertainya kini semakin nyata. Tanda-tanda itu sudah dapat diamati saat ini. Hal itu terlihat, mulai dari kemerosotan moral hingga kekacauan sosial. Untuk menyikapi fenomena tersebut, kita tidak boleh hanya diam. Kita harus membentengi diri dengan lima amalan utama. Langkah pertama dan yang paling mendasar adalah menyibukkan diri dengan Al-Qur’an melalui pemahaman dan pengamalan isinya guna memperteguh hati.
Selain itu, menghayati kisah perjuangan para Nabi dapat menjadi sumber inspirasi dan nasihat dalam menghadapi ujian hidup. Kekuatan iman juga perlu diperkokoh dengan cara senantiasa beramal berdasarkan ilmu yang bersumber dari dalil yang sah. Selanjutnya melantunkan doa memohon keteguhan hati kepada Allah SWT. Terakhir, menjaga lingkungan pertemanan dengan berkumpul bersama orang-orang saleh menjadi kunci penting agar kita tetap konsisten dalam kebaikan dan kesabaran di tengah arus fitnah akhir zaman. Mudah-mudahan tulisan sederhana ini bermanfaat. Terimakasih!
Padang, 1 Juni 2026
Dari berbagai sumber.